Kesetaraan Gender dalam Pekerjaan

Ini adalah sebuah tugas dari mata kuliah Kajian Tatanan Masyarakat (Study of Human Society).

Gambar di atas menunjukkan pekerjaan yang tidak lazim dikerjakan oleh masing-masing gender. Misalnya, orang yang bekerja di konveksi sebagian besar adalah kaum wanita dan orang yang berprofesi sebagai tukang parkir mayoritasnya adalah kaum lelaki. Namun ada kenyataannya, tidak menutup kemungkinan hal yang seperti gambar di atas terjadi di sekitar kita. Fenomena ini awalnya terlihat aneh dan tidak wajar, tapi lama-kelamaan bukan satu atau dua orang saja yang melakukan pekerjaan ini, malah banyak. Motivasi mereka melakukan pekerjaan yang tidak wajar dikerjakan oleh masing-masing gender adalah keterbatasan finansial, kewajiban mereka untuk menghidupi diri mereka dan keluarga mereka sendiri.

Teruntuk @fauzianisa.

Saat bel pelajaran terakhir berbunyi
Seketika matamu kami tutup
Belum sempat bicara tarik tangannya
Bawa ke aula olahraga

Gundah gulana dibiarkan berdiri
Begitu saja di sebelah tiang basket
Saat ditanya, “Apa mau kalian?”
Jangan jawab buat dia risau

Teman sekelas semua berkumpul
Dan mempersiapkan diam-diam
Silakan melepas penutup matanya
Itu pertanda ayo semuanya!
Tariklah crackernya!
3! 2! 1! 0!

Happy happy Basuday
Lilin yang di atas kuenya
Sekali tiup, matikan semuanya
Ayo dimulai pesta hanya untuk dirimu!
Happy happy Basuday
Rencana telah berhasil
Ulang tahunmu sudah pasti diingat
Kawan-kawan sebanyak ini semua bernyanyi untukmu!
Di pipimu ada Namida Sapuraizu…

Marilah tos dengan gelas minum kertas
Hari ini kamu pemeran utama
Terimalah perasaan dari kami
Kartu selamat dari semua

Sweet seventeen (nineteen kali ya harusnya) hanya ada sekali
Sambil bergaya peace kita mengambil foto
Diiring suara jangkrik musim panas
adalah harta kapsul waktu

Di pojokan dunia yang luas ini
Bisa hidup pada waktu yang sama
Pasti ini namanya masa muda
Di hari jauh suatu saat nanti
Pasti kan teringat!
3! 2! 1! 0!

Happy happy basuday
s’moga jadi tahun yang indah
Sekarang kamu jadi lebih dewasa
Ayo jalani, hargailah hidup dengan caramu!
Happy happy basuday
Kamu tidak akan sendiri
Walaupun nanti bertemu masalah
Lihat sekelilingmu, kami berada di sebelahmu
Penuh dengan senyum Namida Sapuraizu….

Happy birthday to you..
Happy birthday to you…
Happy birthday dear my friend….
Happy birthday to you…

Happy happy basuday
Lilin yang di atas kuenya
Sekali tiup matikan semuanya
A..aaa… Semoga tiba ke ujung kebahagiaan sana
Happy happy basuday
Masih di tengah-tengah mimpi
Di hadapanmu jalan ke masa depan
Gemerlap berkilau ayo langkahkan langkah pertama
Di pipimu ada Namida Sapuraizu…
Bersinar setetes Namida sapuraizu…

Happy happy Basuday
Kami ucap good luck untukmu
Serentak ucapkanlah, “Selamat ya!”
Dengan sepenuh cinta, “Selamat ya!”
Happy happy Basuday
Kami ucap good luck untukmu
Ayo peluk erat, “Selamat ya!”
Terakhir sekali lagi, “Selamat ya!”

Selamat ulang tahun!!!!!!

Tentang Seseorang

Teruntukmu hatiku, ingin ku bersuara
Merangkai semua tanya, imaji yang terlintas
Berjalan pada satu tanya slalu menggangguku
Seseorang itukah dirimu kasih
Kepada yang tercinta inginku mengeluh
Semua resah di diri mencari jawab pasti
Akankah seseorang yang diinginkan kan hadir
Raut halus menyelimuti jantungku
Cinta hanyalah cinta, hidup dan mati untukmu
Mungkinkah semua tanya kau yang jawab
Dan tentang seseorang itu pula dirimu
Ku bersumpah akan mencinta

I’ll take care of me for you, if you take care of you for me.
Kebawelanku di Tengah Hujan Sore Itu

Hai, ini aku. Sudah lama sekali rasanya tidak membuang sampah yang kian hari kian membusuk. Bukan sampah rumah tangga ataupun sampah medis, ini sampah hati.

Sebenarnya aku bodoh karena aku baru menyadari kalau aku masih punya tong sampah di sini. Aku selama ini membiarkan halaman ini tak berisi dan seakan mati, sedangkan di dunia yang lain aku membiarkan hati yang sempit ini penuh sesak dengan cerita hidupku yang rumit dan nano-nano. Hingga akhirnya busuk.

Berawal dari betapa beruntungnya aku dapat menghabiskan banyak waktu bersama-sama keluarga baruku, SBM ITB 2015. Ya, aku tahu ini sulit dimengerti. Setelah perjuangan panjang itu, alhamdulillah aku diberi kesempatan untuk dapat bergabung dengan mereka. Keluarga baruku dengan sangat berhasil menjadikan kehidupanku berubah, menjadi lebih baik. Aku menemukan manusia-manusia yang belum pernah aku temukan sebelumnya. Aku menemukan kegiatan-kegiatan yang belum pernah aku kerjakan sebelumnya. Aku menemukan kegilaan-kegilaan yang belum pernah aku alami sebelumnya. Dan sejak aku mendalami ketiganya, I am being literally crazy.

Bukan hal yang mudah untuk mendefinisikan kegilaan yang aku alami sekarang. Sebuah perjalanan yang menyenangkan, menantang, dan kelak akan memberi sebuah arti buatku mungkin adalah jawabnya.

Jatuh hati.

Aku jatuh hati untuk banyak hal di dalam kehidupan baruku. Teman-teman, yang kusebut keluarga itu, mungkin yang utama. Mereka banyak menorehkan tinta warna-warni di atas kertas putih yang selama kurang lebih 5 bulan aku tempel di mading Payung. Gak deng.

Matrikulasi yang membosankan itu dimulai. Di situlah aku mulai mengenal mereka. Mereka yang masih memakai topengnya masing-masing layaknya di pesta-pesta dansa. Tujuh hari itu aku habiskan menghafal muka, nama, dan asal daerah mereka. Tak hanya itu, aku mulai mencari frekuensi yang sekiranya sama denganku. Sampai pada akhirnya, Sushi Tei mempertemukan aku dan 14 wanita-wanitaku. Pada detik aku menulis ini, aku masih bertanya-tanya kapan aku dan wanita-wanitaku itu bertemu dengan seorang Adla. Mungkin OSKM ITB 2012 jawabannya, aku pun tak tahu. Berbicara tentang OSKM, aku senang karena aku mulai bertukar cerita dengan mereka, 2015, walaupun bukan keseluruhan. Belum ada sebulan aku mengenal mereka, kami sudah membuat acara buka puasa bersama dan malam keakraban. Sesuai dengan namanya, kami mengakrabkan diri satu sama lain. Ballroom Apartemen Galeri Ciumbuleuit itu terasa sangat hangat, terlebih saat kami secara perdana menonton video yang dibuat oleh Dhila dan Evita dan bernyanyi lagu Salam Bagi Sahabat bersama-sama. 

Setelah libur yang begitu panjang, sampailah pada hari Senin, 27 Agustus 2012. Hari perkuliahan pertama Institut Teknologi Bandung semester ganjil tahun akademik 2012/2013. Oh, ini toh yang namanya kuliah. Dimulai pada hari ini lah aku beradaptasi dengan kehidupan anak kuliah yang serba super. Baru saja kami terbangun dari tidur yang panjang, kami sudah harus pergi ke Sukabumi bersama untuk Neuro-Linguistic Program. Aku, atau mungkin kebanyakan dari kami, mengira ini sebuah vakansi singkat. Ternyata, ini adalah sebuah acara yang menurutku membuka kepribadian asli setiap manusia-manusia yang hadir di situ dan berujung tidak terlupakan. Perlu digarisbawahi,  tidak terlupakan. Entahlah, setiap orang mengartikannya berbeda-beda. Empat hari yang kami habiskan di sana membawa banyak sekali cerita manis saat aku pulang.

Awal ketika, kata Pak Wiga sih, 45 menit kedua dalam hidupku di mulai kembali, semuanya euphoria menjadi anak kuliahan itu masih terasa. Tetapi, itu hanya bertahan kurang lebih 1 minggu saja.

Lalu, hatiku kembali jatuh untuk hal yang kedua. Kehidupan di kampus gajah. Seolah masih tidak percaya kenyataan bisa bersekolah di sini, aku pun sangat antusias mengikuti kegiatan-kegiatan yang ada. Kepanitiaan yang berujung kemageran. Unit yang pada akhirnya ditinggalkan. Loh, katanya antusias? Itu awalnya, saat aku belum tahu betapa sulitnya membagi waktu di SBM. Bagaimana pun, ini adalah proses yang harus aku jalani sampai kurang lebih 3 tahun mendatang. Inilah seni menuntut ilmu di sekolah yang ada di barat laut ITB tersebut. Di semester pertama ini kami bertemu dengan tujuh mata kuliah yang unik. Performance Art, misalnya. Aku tidak akan menemukan mata kuliah ini di fakultas/sekolah lain di kampus ini. Introduction to Management Science and Business, atau yang biasa kita sebut IMSB, juga hanya ada di sini. Pada mata kuliah PA, kami banyak belajar mengenai mindmap, seni bahasa tubuh, dan lain sebagainya. Pada IMSB, kami belajar tentang keilmuan manajemen dan bisnis. Tidak hanya teori, kami pun banyak melakukan praktek seperti pada Business Simulation beberapa waktu lalu, di mana kami membentuk 10 company untuk berjualan makanan dan minuman selama 2 hari yang ditentukan dalam memenuhi nilai Ujian Tengah Semester pertama ini.

Sekilas, semuanya terlihat seru. Dan memang kenyataannya seru. Namun semuanya tidak semudah yang dibayangkan. Capek, kurang motivasi, konflik internal, sulitnya menghadapi tantangan sering kami temui belakangan ini. Hal ini juga yang menjadi sampah hati itu. Bagi aku pribadi, saat aku menemui kendala-kendala tersebut, aku cenderung membaginya dengan diriku sendiri karena aku menganggap berbagi dengan orang lain sama halnya dengan mengeluh. Termasuk kepada ibuku sendiri. Kalau yang satu itu sudah sering terjadi dari aku kecil. Komunikasi adalah salah satu hal tersulit bagi kami berdua. Mungkin saja aku bisa, namun Mama dengan emosinya yang sulit dikendalikan menjadikan aku segan untuk bercerita. Dan ini berujung pada miscommunication yang tidak jarang. Karenanya, aku sering sekali mencurahkan semua perasaan aku dengan menangis dan menulis beberapa tulisan. Aku tidak memiliki sebuah buku harian khusus karena aku tidak rutin menulis. Ya jadi mediaku hanya kertas-kertas dari binder hitam kesayanganku. 

Nah, nah, nah pas nyampe SBM lagi tuh gak ngerti kenapa betenya banget banget gak pake aja. Untung sempet surut gara-gara belajar IMSB sama Tedo sama Kevin di Payung. Sampe detik lagi nulis ini, betenya susah ilang. Dari kemaren-kemaren sih sebenernya. Curhat di kertas ini juga sebenernya biar lega aja. Abisnya gak ada yang bisa diajak cerita, semuanya sibuk masing-masing dan lagian gak ada juga sih yang mau dengerin kan sedih… TUH! ITU! Itu masalahnya kenapa belakangan ini sering bete-bete, sering kesel-kesel; I have no one to talk to. Padahal banyak banget cerita yang ingin dishare, entah itu sedih, seneng, kesel, semuanya. Tapi percuma aja kalau dipendem sendiri. Bukannya gak mau, tapi gak ada. Ingin gak sih punya temen yang bisa dengerin semua tai lo? Everyone has one, but not me. Kebiasaan sih dari dulu, terlalu baik terlalu sering ditaiin semua orang. Giliran mau cerita? Gak ada. Sibuk aja semua. Dan mau maksa, sifat lemah keluar lagi, gak enakan. Yaudah sih ya masih bisa cerita di atas kertas buat diri sendiri. Hahaha ujung-ujungnya sendiri lagi. Bisa sih disebut egois, tapi emang butuh orang buat diceritai itu egois? Bisa sih stay happy, tapi emang bisa hepi-hepi sendirian? Btw, happy yang lepas loh ya, bukan fake ikut-ikutan gitu. Terus gimana caranya ya biar semuanya ilang? Biar semua perasaan kayak gininya ilang? Dipikir-pikir bener juga ya kata orang kalau nyari temen yang bisa dengerin itu susahnya pake banget. Bukan masalah percaya gak percaya sama orang itu, tapi juga keterbukaan orang itu. Udah ah gak boleh sedih, Erin harus selalu senyum walaupun bohong. Bete boleh tapi gak boleh nangis. Pokoknya gak boleh ada air mata, senyum itu wajib, fake dikit gapapa. Semangat, Rin, semangat! Someday dia bakal dateng di saat yang gak pernah diduga, apalagi saat terdown.

 

That was one of my writings. Terus… waktu itu lagi dihadapkan oleh suatu masalah. Dan yang terpikir olehku hanya mengeluarkan secarik kertas, lalu kembali menulis. Kurang lebih seperti ini:

 

Should I feel the unpleasant feeling again? It feels so horrible but I take it anyway. I honestly don’t want to care ab out everything surrender. There must be one moment that I show my carelessness, act aphetically and behave like I don’t need and am not needed by anyone. I don’t want to complain this much but all I need is someone to rely on, to hold onto and to share with. I have no idea whom I should share my tears with. I know it will not solve anything, but I enjoy when it streams down my face. It is funny knowing that crying is better than sharing verbally because when I try to talk it always ends up with those teardrops… So far.

 

Hmmm mungkin sekian sampah-sampah yang bisa saya buang di kesempatan ini. Lalu apa?

Cinta bisa datang. Cinta bisa pergi. Cinta bisa juga memilih. Tetapi, cinta tidak bisa menunggu.
Brand New Day(s)

Oh well, hello there! Here I am trying to write my random thought down after fought against the life-mess, a ‘beautiful’ mess. It was not a good situation to start this new year. I couldn’t feel anything. Wanted to heal that awful feeling but I just couldn’t. Anxiety and insecurity were around me. I was haunted.

Gak cuma tentang heart war itu sendiri, I was also slapped by… Hmmm. Tuhkan kalau udah mulai nulis, semua hal yang ter-gak-penting apapun juga ditulis. Hanya sekedar cerita loh ya, not more than that. I’m now suffering from something that hurts me so bad, named cystitis. Cystitis, or mine is Interstitial Cystitis, is urinary bladder inflammation or urinary tract infection. One of the symptoms is painful urination (dysuria). Kalau ditanya sakit sih memang sakit, amat sangat malah. Aku bersyukur banget masih sempet dikasih hal kayak gini, at least kesadaran buat jaga diri semakin tinggi. Dan yang lebih bikin bersyukur lagi, sahabat-sahabat dan, ehm, pacar juga gak pernah lupa ngingetin buat selalu minum air putih, walaupun cuma seteguk tapi sering. I wish I could recover from such an annoying thing as soon as possible. Aamiin.

Ah ja! And after all, how awesome life has been these days. Even though my IC still strikes me sometimes, I’m feelin’ sooo much happier. Semua yang aku rasain udah bener-bener berubah 180 derajat. I drive. I sing. I dance. I hang out. I laugh. Very often! These are what I really wanted. Gak pernah nyangka ternyata hidup seorang Erina itu bisa kayak gini ya hahaha. Semuanya bener-bener kerasa berrrrrbeda dari yang dulu-dulu, lebih terkesan gak terkekang lagi dan yang aku jalanin sekarang juga kerasanya fun banget, berasa jauh lebih independen dan lebih ngerti arti dari tanggung jawab juga. I do enjoy every moment with everyone nowadays.

Talking about love life, ada seseorang nih *cieee*. Mampus nih gak bisa lanjutin lagi. What should I write about him? The thing I love the most from him is that he can be more than just an ordinary boyfriend. Somebody to rely on, to share cheesy jokes with, to capture every single moment with and to love. Yeaaa he can be anyone, paling bisa sih jadi partner in crime. Dia juga suporter yang sangat suportif dan pendengar yang solutif. One thing I should mention here is… Yang sekarang lebih bebas buat having friendship dan ngelakuin aktivitas-aktivitas yang useful, gak mesti berduaan melulu sama pacar. Hahahahaha c-uh-rap, jadinya malah senyam-senyum sendiri gak jelas.

Jadi intinya sih, I have just found my ideal teenage life but there are still so many dreams that I have to catch. I really thankful to my family, all my bestfriends and my boyfie who always support me when I’m right and correct me if I’m wrong.


Feels like brand new days.
Awesome life is awesome :)

prileeey:

nafisahanafiah:

bimobersin:

saya.selalu.bangga. menjadi bagian dari kamu :) 

kangen belitung 8 :)

how i love this school

prileeey:

nafisahanafiah:

bimobersin:

saya.selalu.bangga. menjadi bagian dari kamu :) 

kangen belitung 8 :)

how i love this school

Jadi mengapa langkah ini sepikan diri dari tuju?
W.S. Rendra
Kalo kamu ngerasa ditimpa banyak masalah, berarti Allah teh seneng ngeliat usaha orang kuat kaya kamu buat ngelewatinnya ;)
Sarah Fauzianisa, teman, sahabat, kembaran, kakak, adik, ibu, guru, musuh, motivator, badut, piaraan (HAHA) saya
Sometimes you have to shut your mouth and tell nothing to keep your relationship
Bryan Sonny Wisaksono
Today, 2 Years Ago

Apa yang ada di pikiranku jika aku melihat, mendengar, atau bahkan mengingat tanggal 25 April 2009?

Sebuah awal cerita yang berplot mundur, maju, belok kiri, dan belok kanan. Awal dari kronologi kerusuhan hati yang seharusnya tidak pernah terjadi akibat seseorang menabuh genderang perangnya. Sebuah teka-teki yang tak dapat dipecahkan kecuali 2 orang yang membuatnya dan Tuhannya.

Tak seburuk itu kalau kita memandang dengan mata terbuka dan merasakan dengan hati yang dingin.

Lalu, apa lagi?

Aku merasakan sesuatu yang berbeda. Sesuatu yang indah, untuk pertama kalinya aku jatuh untuk itu. Hal yang paling menantang yang membuat aku nekat untuk melewatinya. Itulah yang membuatku sadar, jauh lebih bersyukur, berusaha menerima seseorang apa adanya, dan mengerti apa arti menghargai. Dan sekarang, aku memandang itu sebagai suatu pelajaran berharga.

Terima kasih untuk perjalanan yang melelahkan ini. Senang sekali bisa berpartisipasi. Selamat malam, desperately solved crossword :)